Monday 25 October 2021

5 Pencetak Gol Tertua Dalam Sejarah Liga Champions UEFA

  


Liga Champions UEFA telah dimeriahkan oleh sejumlah besar pemain kelas dunia selama bertahun-tahun.

Bicara soal pencetak gol di Liga Champions UEFA, dua nama pertama yang terlintas di benak adalah Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Mereka telah memenangkan sembilan gelar Liga Champions UEFA dgabungan. Meskipun usianya melebihi 30 tahun, mereka adalah dua pemain yang mencetak lebih dari 100 gol dalam kompetisi.

Selain Ronaldo dan Messi, Liga Champions UEFA juga memiliki pemain lain berusia 30 tahun ke atas yang telah mencetak gol di kompetisi tersebut. Pada catatan itu, inilah 5 pencetak gol tertua dalam sejarah Liga Champions UEFA :

Laurent Blanc – 36 tahun 338 hari



Laurent Blanc adalah salah satu bek tengah pencetak gol terbaik di zamannya. Pria 55 tahun itu memainkan peran kunci dalam Piala Dunia 1998 saat Perancis jadi juara.

Meskipun begitu, Blanc hanya dua musim di Liga Champions UEFA dan semua untuk Manchester United, mencetak tiga gol. Gol ketiganya di kompetisi tersebut, dalam pertandingan grup di musim 2002-2003, membuatnya menjadi pencetak gol tertua di Liga Champions UEFA.

Pemain Perancis itu kemudian dikalahkan oleh empat pemain lain selama dua dekade berikutnya.

Javier Zanetti – 37 tahun 70 hari






Javier Zanetti adalah salah satu pencetak gol tertua di Liga Champions UEFA. Dia hanya mencetak dua gol dalam hampir 100 pertandingan selama 11 musim di kompetisi tersebut, semuanya untuk Inter Milan.

Gol kedua pemain Argentina itu di kompetisi tersebut – dalam kemenangan 4-3 melawan Tottenham Hotspur pada 2010-2011 – menjadikannya pencetak gol tertua dalam sejarah Liga Champions UEFA.

MILAN, ITALY – OCTOBER 20: Javier Zanetti of FC Internazionale Milano celebrates scoring the first goal during the UEFA Champions League group A match between FC Internazionale Milano and Tottenham Hotspur at Stadio Giuseppe Meazza on October 20, 2010 in Milan, Italy. (Photo by Claudio Villa/Getty Images)
Saat-saat terbaik Zanetti di Liga Champions UEFA terjadi beberapa bulan sebelum gol terakhirnya di kompetisi tersebut, ketika dia menjadi kapten Inter Milan untuk meraih gelar 2010 melawan Bayern Munich di final.

Filippo Inzaghi – 37 tahun 85 hari






Rekor Javier Zanetti sebagai pencetak gol tertua dalam sejarah Liga Champions UEFA hanya bertahan dua pekan. Itu karena pada kompetisi edisi 2010-2011, Filippo Inzaghi mencetak dua gol dalam hasil imbang 2-2 AC Milan melawan Real Madrid untuk melewati Zanetti.

Kini, pria 48 tahun itu adalah pencetak gol yang produktif selama aktif bermain. Selama karirnya yang gemilang bersama Juventus dan AC Milan, sang striker mencetak 46 gol di Liga Champions UEFA. Dia memenangkan kedua gelarnya dalam kompetisi dengan Milan (2003 dan 2007).

Seorang pemburu gol klasik, Inzaghi mencetak banyak gol yang mengesankan di Liga Champions UEFA. Tapi gol terpentingnya dalam kompetisi itu terjadi di final 2007 melawan Liverpool, yang dimenangkan AC Milan 2-1. Kemenangan itu tetap menjadi yang terbaru bagi AC Milan di Liga Champions UEFA.

Ryan Giggs – 37 tahun 291 hari






Ryan Giggs adalah salah satu pemain terbaik yang pernah menghiasi Liga Champions UEFA. Legenda Manchester United bermain 20 musim di Liga Champions UEFA, mencetak gol di semua kecuali empat musim.

Giggs membuat hampir 150 penampilan dalam kompetisi, mencetak 30 gol dan 46 assist. Gol terakhirnya di kompetisi pada 2012 menjadikannya pemain tertua yang mencetak gol di Liga Champions UEFA.

Penyerang serba bisa itu memenangkan dua gelar Liga Champions UEFA. Dia mencetak empat gol dan dua assist dalam kompetisi itu dalam meraih treble winners untuk Manchester United pada 1998-1999.

Francesco Totti – 38 tahun 59 hari






Francesco Totti adalah pencetak gol tertua dalam sejarah Liga Champions UEFA. Legenda AS Roma itu mencapai tonggak sejarah dalam kompetisi edisi 2014-2015, mencetak gol dalam hasil imbang 1-1 melawan Manchester City.

Kini, pria 45 tahun itu mencetak 17 gol dalam 57 pertandingan dalam sembilan musim berbeda di kompetisi tersebut. Perjalanan Totti di Liga Champions UEFA yang paling produktif adalah pada 2006-2007, ketika dia mencetak empat gol dan tiga assist.

Meski diminati klub besar seperti Real Madrid, Totti tetap setia kepada AS Roma. Itu juga berarti bahwa pemenang Piala Dunia 2006 itu mengakhiri karir legendarisnya tanpa memenangkan Liga Champions UEFA.